Satu Kesalahan

 

Ini adalah tulisan ku yang ingin menghilangkan rasa bersalah yang ada dalam diri ku, aku tak mengerti dengan diri ku sendiri saat ini, karena pikiran yang ada dalam diriku saat ini tak menentu entah kenama,, sekarang ini hanya badan ku yang ada di sini tapi pikiran ku entah ada di mana tempatnya, aku hanya terpaku pada satu padangan yaitu pada lengit kamar ku, aku melihat jauh ke sana tampa ada halangan sedikitpun yang menghalangi padangan mata ku. Aku inggin bangkit dari rasa ini, aku ingin pergi jauh dari rasa ini, aku tak mau rasa ini medekati ku terus menerus.
Dimana aku harus pergi dari rasa bersalah ini, tak ada tempat bagi ku untuk bersembunyi dari rasa ini, adakah yang suatu tempat untuk bersembunyi dari rasa ini,,,? Sejauh ini aku pergi dari rasa bersalah akan tetapi rasa itu tetap datang pada ku, karena rasa inilah aku marasa aneh dalam hidup ku,, saat di tengah ramai aku merasa sepi tampa ada teman, saat tempat sepi aku merasa tak ada bisa ku perbuat,, aku larut dalam rasa bersalah yang mendalam sehingga aku merasakan sakit pada tubuh ku padahal aku tidak menderita penyakit apapun, apa yang harus ku perbuat saat-saat seperti ini.
Disini aku termenung tak melakukan adapun, disini aku memandang kelangit yang kosong tampa ada yang ku lihat. Disini aku harus bangkit kembal untuk melawan rasa ini, disini aku ingin melupakan rasa itu tapi hati ku tetap mengingatnya , disini aku ingin menghilangkan rasa itu tapi aku merasa terbeban, disini aku ingin menjauh tapi tetap dekat, disini aku ingin melupakan tapi tak rela, disini dan disini dan disini… tak ada yang bisa aku sebutkan lagi.
Saat ini aku ingin sendiri tapi aku tak mau sendiri, saat ini aku ingin melakukan sesuatu tapi tak bisa berbuat, aku terasa mati,, tak ada yang bisa aku rasakan saat ini hanya bersalah itulah yang datang menghantui ku dan datang menemaniku saat ini, aku selalu mencari jalan keluar namun aku tetap masuk pada tempat yang sama, aku selalu mencari tempat yang lapang namun aku tetap merasa sempit, aku mencoba untuk tersenyum namun hati ku selalu merengut. Apa yang harus ku perbuat.
Aku bertanya pada diri ku sendiri, mengapa ini terjadi dalam hidup ku, apakah ini ujian, atau kan itu suatu azab atau ini hanya pelajaran dari hidup atau ini hanya teguran, atau ini musibah, atau ini hanya ilusi belaka, atau ini hanya cobaan, atau ini hanya permulaan jalan yang akan ku tempuh nantinya,,, ? apapun itu semoga yang Maha Tau memberikan kekuatan pada diri ku untuk melalui semua ini, hanya Engkau lah satu-satu harapan ku, meski diri ku ini tak pantas untuk disebut sebagai hamba Mu, namun aku akan selalu memohon pada Mu, hanya Engkau lah penguasa langit dan bumi ini.
NB : Gara-gara nulis yang ini aku ingat dengan seseorang ( Lensi Ramadhani ),, where are you now .. masih ingatkah kau dengan ku ??

Comments

  1. Merasa bersalah boleh sob..dan itu baik menurut saya..
    tapi jangan terlalu an begitu, tidak baik,
    Ingat Tuhan Saja Maha Pengampun, Masa umat nya tidak kan Lucu..
    semangat sob..hidup itu berwarna-warni..hari ini mungkin hitam..tapi percaya lah besok-besok pasti warna tersebut akn berubah menjadi cerah dan lebih hidup lagi..

    sips..tulisan nya saya suka, teruskan..
    GuUd Luck zea..

    oya, salam kenal dr saya, trims udh mampir n koment ny..
    klo mau, kita bisa saling follow biar lebih akrab..? giman?
    aku duluan yah…ntar kamu ny nyusul..thx
    d tunggu

  2. Jika semua Jalan penyelesaian sudah tiada..masih perlu ingat kita ada yg Maha Pencipta…Yakin dan Harus Percaya bahawa Dia Maha Mendengar…Maha Megetahui Lagi Maha Mengasihani..Justeru itu sentiasalah berdoa..bermohon..agar bisa Allah berikan Ketenangan Hati…Jiwa..Minda..dan Perasaan kita….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *