Selamat kan kami dari bahaya Miras

 

Minuman keras, dalam bahasa al-Qur’an, disebut dengan istilah khamr, yaitu sejenis minuman yang memabukkan. Minuman ini sangat membahayakan kesehatan, dapat merusak jaringan otak, dan jaringan kesadaran manusia. Karena membahayakan, manusia dilarang oleh Allah SWT. untuk meminum minuman yang dikategorikan khamr. Malapetaka yang ditimbulkan akibat seseorang meminum minuman keras bukan hanya menimpa dirinya secara fisik dan kejiwaan, tetapi juga dapat merusak orang lain. Dari segi kesehatan fisik, setiap cairan alkohol yang baru saja diteguk oleh si peminum, secepatnya akan bereaksi dan efeknya langsung menyerang akal dan perasaan. Yakni, setelah alkohol itu dituangkan ke bibir, masuk ke dalam aliran darah melalui perut, usus halus, dan lambung, lalu menerobos ke jaringan otak yang segera mendatangkan efek linglung, teler, dan mabuk. Apalagi kalau alkoholnya berkadar tinggi, seperti jenever, whiski, dan brandi, akan lebih ganas dan lebih cepat gerakannya ke semua organ vital dalam tubuh, untuk memberikan bahaya keracunan terutama meracuni otak, liver, jantung, dan paru-paru. Dapat diduga bahwa untuk kelas peminum berat, biasanya sehabis minum ia akan mengalami koma dan tidak jarang langsung meninggal.
Dari segi kejiwaan, para ahli jiwa menyatakan bahwa orang yang mabuk pada prinsipnya sama dengan orang yang terkena gangguan jiwa. Pada saat ia mabuk, jiwanya menjadi labil, mudah tersinggung, dan jalan pikirannya kacau disebabkan oleh rusaknya sistem kerja syaraf otak. Gejala-gejalanya tampak dari cara bicaranya yang tidak karuan, agresivitanya yang tinggi, dan lupa diri. Tidak perlu heran, dalam kondisi seperti itu, pemabuk tidak bisa lagi mengendalikan emosinya.
Fenomena meminum minuman keras, sekarang ini, merupakan fenomena yang tidak hanya dapat kita lihat di kota-kota, tetapi di desa-desa dan pelosok-pelosok pun sering kali kita saksikan. Dia bukan lagi menjadi kebiasaan yang hanya dilakukan orang dewasa di bar-bar, diskotek, dan night club, tetapi sudah menjadi kebiasaan anak-anak muda di warung-warung kaki lima, pinggir-pinggir jalan, dan perempatan-perempatan jalan. Sekarang ini terasa sulit ditemukan kelompok-kelompok anak muda yang berkumpul malam hari, yang tidak mengkonsumsi minuman haram tersebut. Dampak yang ditimbulkannya pun sangat terasa, yaitu banyaknya kelompok anak muda yang teler dan mabuk. Ketika teler dan mabuk itulah, maka mereka sering kali berulah dengan mengganggu dan mengancam orang-orang yang lewat di jalan, sehingga pengguna jalan merasa tidak aman. Tidak hanya itu, bahkan kita juga menyaksikan banyak sekali peristiwa pemerkosaan, perkelahian, dan pembunuhan yang dilakukan oleh anak-anak muda dewasa ini yang dilatarbelakangi dan dipicu oleh minuman keras. Perkelahian antarpersonal, kadang-kadang menjadi perkelahianantarkelompok, antarkampung, bahkan antaretnis. Kalau sudah seperti itu, maka keluarga, masyarakat, dan bangsa kita akan segera mengalami kerugian fisik material dan mental spiritual yang tidak sedikit.
Seseorang, terutama kalangan remaja, mengenal dan merasakan minuman keras biasanya karena ajakan teman, demi gengsi, atau karena hanyut dalam pergaulan bebas, atau
juga disebabkan kondisi pribadi yang sedang labil; bisa juga karena orangtua kurang perhatian terhadap perkembangan jiwa anak-anaknya, kurangnya pembinaan agama, dan
pembinaan akhlak dalam keluarga. Ada pula sebagian remaja yang ikut-ikutan minum sekedar untuk mendapatkan citra idola masa kini. Seakan-akan brandi, whiski, dan sejenisnya itu adalah lambang kemodernan dan dianggapnya sebagai simbol pergaulan anak muda yang tidak ketinggalan zaman. Padahal anggapan itu jelas salah dan menyesatkan.
Banyak dalih yang dicari-cari oleh para peminum, baik yang tergolong peminum berat maupun kategori pemula. Misalnya, orang meminum khamr, sejenis whiski, brandi, atau lainnya, dengan alasan menghangatkan badan. Ada lagi yang beralasan bahwa rasa percaya dirinya baru timbul setelah ia minum dan mabuk. Selain itu, ada sebagian pemabuk yang beranggapan bahwa minuman keras bisa mengendorkan tekanan batin atau menghilangkan stress. Dengan kata lain, orang yang menenggak minuman beralkohol itu dengan dalih untuk menghilangkan rasa kecewa, frustrasi, atau kesumpekan yang dialami dalam hidupnya. Sebagian orang yang sedang mengalami kegelisahan atau kehilangan kepercayaan diri sering kali menjadikan minuman keras sebagai pelarian untuk memasuki dunia khayal dan kehidupan semu. Ia minum hanya sekedar untuk mabuk, agar kepahitan hidup yang melilitnya hilang seketika, padahal itu hanya bersifat sementara dan problem pun tidak hilang dengan sendirinya. Mungkin dari sekian banyak alasan yang diada-adakan oleh para penggemar khamr itu, meski sedikit, bisa jadi ada yang benar. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa efek-efek buruk kecanduan minuman beralkohol jauh lebih besar dari pada semua alasan yang dianggap bermanfaat dan menguntungkan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *