Faktor-faktor yang mempengaruhi BMR (Basic Metabolic Rate)

a. Makanan
Makanan kaya protein akan lebih meningkatkan BMR daripada makanan kaya lipid atau kaya karbohidrat. Hal ini mungkin terjadi karena deaminasi asam amino terjadi relatif cepat.
b. Status hormon tiroid
Hormon tiroid meningkatkan konsumsi oksigen, sintesis protein, dan degradasi yang merupakan aktivitas termogenesis. Peningkatan BMR merupakan hal yang klasik pada hipertiroid, dan menurun pada penurunan kadar tiroid.
c. Aktivitas saraf simpatis.
Pemberian agonis simpatis juga meningkatkan BMR. Sistem saraf simpatis secara langsung melalui nervus vagus ke hati mengaktivasi pembentukan glukosa dari glikogen. Sehingga aktivitas saraf simpatis meningkatkan BMR.
berpangkal pada medula spinallis di daerah leher dan di daerah pinggang, sehingga disebut juga saraf torakolumbar. Fungsi saraf simpatis adalah untuk mengaktifkan alat supaya bekerja secara otomatis. Serabut saraf simpatis ini menuju ke otot polos, alat peredaran, alat pencernaan dan alat pernapasan. Sifat saraf simpatis pada umumnya adalah untuk meningkatkan aktivitas.
d. Latihan / olahraga
Latihan membutuhkan kalori ekstra dari makanan. Jika setiap makanan lebih banyak mengandung energi, maka berat badan akan meningkat. Jika penggunaan energi lebih banyak dari yg tersedia dlm makanan, maka tubuh akan memakai simpanan lemak yang ada dan mungkin akan menurunkan berat badan.
e. Umur dan faktor lain

 

BMR seorang anak umumnya lebih tinggi daripada orang dewasa, karna anak memerlukan lebih banyak energi selama masa pertumbuhan. Wanita hamil dan menyusui juga memiliki BMR yang lebih tinggi. Demam meningkatkan BMR. Orang yg berotot memiliki BMR lebih tinggi daripada orang yg gemuk.
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *