PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN IDEOLOGI NASIONAL

Bagi masyarakat Indonesia, Pancasila bukanlah sesuatu yang asing. Pancasila terdiri atas 5 (lima) sila, tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea~ IV dan diperuntukkan sebagai dasar negara Republik Indonesia. Meskipun dl dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut tidak secara eksplisit disebutkan kata
Pancasila, namun sudah dikenalluas bahwa 5 (lima) sila yang dimaksud dalah Pancasila untuk dimaksudkan sebagai dasar negara. Dewasa ini, terutama di era reformasi, membicarakan Pancasila dianggap sebagai keinginan untuk kembali ke kejayaan masa Orde Barn. Bahkan, sebagian orang memandang sinis terhadap Pancasila sebagai sesuatu yang salah. Kecenderungan demikian wajar oleh karena Orde Baru menjadikan Pancasila sebagai legitimasi ideologis dalam rangka mempertahankan dan memperluas kekuasaannya secara masif. Akibatnya, Pancasila -an sich- ikut terdeskreditkan bersamaan dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru. Pancasila ikut disalahkan dan pantas menanggung beban akibat kesalahan sebuah kekuasaan politik.
Namun, sebagai sebuah ideologi dan dasar filsafat negara, Pancasila layak untuk dikaji kembali re1evansinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesepakatan bangsa telah menetapkan bahwa Pancasila yang terdiri atas lima sila itu merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan tang gal 17 Agustus 1945. Kesepakatan itu dinyatakan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI sebagai lembaga pembentuk negara saat itu.
Melalui perjalanan panjang negara Indonesia sejak merdeka hingga saat ini, Pancasila ikut berproses pada kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila tetap sebagai dasar negara namun interpretasi dan perluasan maknanya ternyata digunakan untuk kepentingan kekuasaan yang silih berganti. Pada akhirnya kesepakatan bangsa terwujud kembali pada masa kini yaitu dengan ke1uarnya ketetapan MPR No. XVIIVMPRl1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI No. IVMPRl1978 tentang Pedoman Penghayatan d~ngamalan Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai dasar Negara. Pasal 1 ketetapan terse but menyatakan bahwa Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bemegara. Catatan risalah penjelasan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari ketetapan tersebut menyatakan bahwa dasar negara yang dimaksud dalam ketetapan ini di dalamnya mengandung makna ideologi nasional sebagai cita-cita dan tujuan negara.
Harapannya tentu saja agar tidak terjadi lagi kesalahan dalam memperlakukan Pancasila. Pancasila hendaknya diperlakukan secara benar dan wajar dalam konteks kehidupan bemegara Indonesia. Oleh karena itu, kajian Pancasila pada awal bab ini berpijak dari kedudukan Pancasila sebagai dasar danideologi negara Republik Indonesia. Akan tetapi, mengkaji Pancasila secara mendalam perlu diawali dengan pendekatan filsafat.  Dengan demikian uraian pada bab ini meliputi hal-hal sebagai berikut.
  •       Pancasila dalam Pendekatan Filsafat.
  •       Makna Pancasila sebagai Dasar Negara.
  •       Implementasi Pancasila sebaga1 Dasar Negara.
  •       Makna Pancasila sebagai Ideologi Nasional.
  •       Implementasi Pancasila sebagai Ideologi Nasional.
  •       Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bemegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *