Aliran Wahabiah ( ilmu Kalam )


Pengertian aliran wahabiah

Aliran wahabiah adalah suatu gerakan pembaharuan atau reformasi yang muncul, menjelang masa-masa kemunduran dan kebekuan di dunia islam. Gerakan ini menyerukan agar aqidah islamiah dikembalikan kepada asalnya yang murni dan menekankan pada pemurnian arti tauhid dari syirik dengan segala manifetasinya.

Nama aliran “wahabiah” dikaitkan dengannama pendirinya, yaitu Muhammad binabd wahab (1115-1201/ 1703). Metodenya mengikuti jejak nabi Muhammad sehingga mereka menganggap dirinya golongan ahlu sunnah, yang mengikuti pikiran-pikiran imam ahmad bin hambal.

Riwayat hidup tokoh wahabia

Gerakan wahabiah di dirikan oleh Muhammad bin abdul wahhab al-masyirafi al-tamimial al-najdi(1115-1206/1703-1791 M). Beliau di lahirkan di uyaina, dekat kota Riyadh Saudi arabiah.

Salah satu tempat belajarnya ialah kota madinah, yang berguru ke pada sulaiman al-kardi dan muhammadal-khayyat as-sindi. Syekh Muhammad bin abdul wahab memulai dakwahnya di kota huraimalah pada tahun 1143 H/ 1703 M. Kemudian beliau meninggalkan kota tersebut karena masyarakat setempat ingin membunuhnya, karena faham dan ajarannya di nilai ganjil oleh masyarakat setempat, seperti mengharamkan ziara kubur dan lain-lain.

Beliau hafal al-qura’an pada usia 10 tahun, kemudian beliau ke mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Selanjutnya ke madinah untuk belajar ilmu agama pada syaikhmuhammad hayyat al-sindi(1165). Setelah selesai belajar di madinah, beliau kembali k uyaina Riyadh, kemudian k irak tahun 1136 H/1742 M. Untuk mengunjungi bashrah, Baghdad dan manshib. Di tempat tersebut beliau menimbah ilmu dari para ulama.

Di kota uyaina, beliau mengajak penguasa kota untuk bergabung dengannya, kemudian menghancurkan setiap kuburan yang ada bangunannya dan merajam seorang wanita yang mengaku berbuat zina. Selama beberapa bulan beliau ia merenung dan merenung dan mengadakan orientasi, kemudian mengajarkan paham-pahamnya. Meskipun tidak sedikit orang yang menentangnya. Antara lain dari kalangan keluarga sendiri, namun ia mendapat pengikut yang banyak,bahkan banyak di antaranya yang yang berada di luar uyainah. Karena ajaran-ajarannya telah menimbulkan keributan di negerinya, kemudian penguasa al-ashar yaitu urair bin bujain mengirim utusannya agar syekh menghentikan perbuatannya.

 Aliran wahabiah dan kaitannya dengan salaf

Aliran wahabiah sebenarnya merupakan kelanjutan dari aliran shalaf, yang berpangkal pada pikiran-pikiran ahmad bin hambal. Namun demikian beliau juga menyeruhkan dan menekankan agar merujuk ke pada al-qur’an dan hadist seperti anjuran ulama terdahulu.

Aliran wahabiah telah memperdalam arti bid’ah, sebagai akibat dari keadaan masyarakat negeri Saudi arabiah yang penuh dengan aneka bid’ah. Baik yang terjadi pada musim ritualitas agama. Muhammad ibd wahab sendiri setelah mempelajari pikiran-pikiran ibnu taimia, tertariklah ia dan kemudian mendalaminya serta merealisasikannya dari sekedar teori hingga menjadi suatu kenyataan.

Akidah-akidah yang pokok dari aliran wahabiah pada hakikatnya tidak berbeda dengan apa yang telah di kemukakan oleh ibnu taimiah. Perbedaannya hanya dalam cara melaksanakan dan menafsirkan beberapa persoalan tertentu. Akidah-akidahnya dapat di simpulkan dalam dua bidang yaitu:

  1. Bidang tauhid
  2. Bidang bid’ah

Dalam bidang ke tauhidan mereka berpendirian sebagai berikut:

  1. Penyembahan ke pada selain tuhan adalah musyrik dan yang berbuat demikian ia halal di bunuh.
  2. Orang yang mencari ampunan tuhan dengan mengunjungi kuburan orang-orang shaleh, termasuk golongan musyrikin.
  3. Termasuk khufur memberikan suatu ilmu yang tidak di dasarkan atas al-qur’an dan sunnah, atau ilmu yang bersumber ke pada akal pikiran semata-mata.
  4. Di larang memakai buah tasbih dalam mengucapkan nama tuhan dan do’a-do’a(wirid) sebab cukup dengan menghitung jari jemari.
  5. Sumber syari’at islam hanya al-qur’an dan assunah.
  6. Pintu ijtihad tetap terbuka,dan siapapun boleh berijtihad asalkan sudah memenuhi syarat-syaratnya.

Menurut KH.M sufyan raji Abdullah, faham-faham dan pemikiran aliran wahabiah adalah:

  1. Tidak boleh menerima paham dan ajaran akidah yang tidak bersumber dari al-qur’an dan assunah.
  2. Haram menbangun kuburan dan menyelimuti kuburan
  3. Boleh ziarah kubur bila tujuannya mendo’akan ahli kubur dan haram ziara kubur dengan tujuan minta ke pada orang yang mati di kubur tsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *