Keterampilan Belajar, Tehnik Mencatat

KETERAMPILAN BELAJAR

TEHNIK MENCATAT

Dalam belajar apa pun,mencatat merupakan kegiatan penting. Materi pembelajan yang di jelaskan oleh guru, bahan yang di baca, dan rumusan hasil diskusi kemarin hanya sebagian saja yang dapat kita ingat. Dengan melihat kembali catatannya, kita dapat mengingat jauh lebih banyak atau pun menghapalnya. Untuk menghasilkan catatan yang berdaya guna itu, maka kita perlu menguasai kiat danteknik mencatat.

Kiat mencatat adalah tindakan kita dalam menyiasati keseluruhan proses belajar agar catatan kita memenuhi sasaran yang sebenarnya. Kiat-kiat di bawah ini, antara lain:di tawar kan oleh boby deporter dan mike hernackci dalmam Quantum Learning.

1.Menjajaki imformasi awal.

Alangkah baiknya jika sebelum mendengarkan penjelasan guru tenteng suatu pokok pembahasan, kita telah mengetahui banyak sedikitnya tentang materi tersebut.

Caranya,: bacalah sepintas,lalu buku-buku yang barkaitan dengan pokok pokok bahasanYang di pelajari.

Dengan cara ini:-kita dengan mudah memahami materi pembahasan secara menyeluruh, karena telah punya gambaran sebelumnya. kita dapat meletakkan dengan tepat gagasan-gagasan pentrng dalam materi yang lebih luas.

2.Mendengarkan Secara Aktif.

Agar dapat mendangar aktif selama mencatat dalam belajar, maka kita menghujani diri kita sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, seperti berikut ini:

–          Apa yang di harapkan guru untuk saya pelajari?

–          Mengapa ini di pelajari?

Pertanyaan pada inti kegiatan belajar.

–          Masalah apa yanh di uraikan?

–          Apa hubungan topik yang itu dengan masalah yang ini?

Munculkan pertanyaan seperti ini pada diri sendiri ketika mendengarkan guru menjelaskan pelajaran tidak saja menjadikan kita aktif, tapi juga memudahkan kita mencatat uraian-uraian materi.

3.Memperhatikan secara aktif

Tampilan guru dalam mengajar di dalam kelas memberikan petunjuk-petunjuk tertentu mengenai materi yang di jelaskannya. Karena itu, aktifkan perehatian kita pada guru:

–          Expresi wajah, gerak gerik, gerakan tubuh lainny;

–          Tinggi-rendah nada suara;

–          Hal-hal yang ditulis di papan tulis.

4.Menambahkan gambar dan kode.

Gambar, kode dan spidol dengan cepat mengingatkan kita pada penting tidaknya gagasan tentang dan materi yang di terangkan, buat saja gambar-gambar yang mempunyai arti tertentu bagi kita masing-masing. Karena catatan kita untuk kepentingan kita sendiri, mak arti gambar yang kita buat, tidak apa-apa hanya kita sendiri yang tahu.

TUJUAN MENCATAT

A.Mencatat untuk menghapal

Pada umumnya jika kita memerlukan mencatat untuk menghapalnya, maka catatan yang kita buat berbentuk out-line. Formatnya tersusun secara berurutan kebawah serta penomorannya.ini adalah bentuk yang lazim.

Kekebihannya:

–          Bahan tersusun secara berurutan dan tampak sistematik,

–          Kalimat atau penjelasan dapat di tulis panjang lebar.

Kelemannya:

–          Kesulitan memasukan materi-materi sejenis pada nomornya karena tidak ada lagi ruang,

–          Tidak dapat di lihat keseluruhan,sekaligus.

–          Sulit melihat kaitan-kaitan antar bahasaan/subahasan.

–          Membosankan dan sering kali ada hal-hal yang terlewatkan.

B.Mencatat untuk mengingat

Keperluan mencatat yang sesungguhnya adalah untuk mengingat kembali dengan baik materi pelajaran yang di sampaikan oleh guru, pembicara dalam diskusi, atau materi bacaan yang telah di baca. Mencatat untuk keperlan semacam ini merupakan proses belajar dengan tingkat perhatian lebih tinggi dari pada untuk keperlaun menghapal.

Kita dapat mengingat sesuatu dengan baik apabila kita punya kesan terhadapnya. Pristiwa yang mengharukan dapat kita ingat dengan baik karena meninggalkan kesan yang mendalam. Begitu jg sesuatu yang membuat kita senang, ataupun sangat marah.

Selama kita memperhatikan guru menearangkan pelajaran, pembicaraan membahas materi diskusi. Sewaktu itu pula dalam otak kita terjalin pemikiran,kesan, reaksi dan kepedulian terhadap hal-hal yang kita perhatian. Hal ini umumnya tidak kita sadari, sehingga kita abaikan dan lupakan.

Dalam mencatat untuk kebutruhan mengingat, hal-hal yang kita abaikan dan lupakan yang terdapat di bawah sadar kita harus munculkan ketas kertas catatan. Ada dua hal yang sekaligus kita lakukan selama mencatat:

–          menulis materi-materi yang kita perhatikan secara sada kita.

–          Menyusun hal-hal yang berkembang dibawah sadar kita.

Dalam Quantum Learning, model mencatat seperti ini di sebut “catatan,tulis-susun”. Caranya adalah sbb:

–          Buatlah garis vertika,kira-kira sepertiga bagian dari tepi kanan lembaran buku catatan. Sisi kiri adalah untuk menuliskan materi yang kita catat;sisi kanan adalah untuk menyusun hal-hal yang berkembang di bawah sadar kita selama kegiatan mencatat.

–          Pada sisi kiri, tulislsh poin-poin penting yang akan di sampaikan oleh guru, pembicara, atau pengarang buku yang di baca, Istilah, bagan, diagram. Inilah materi yang kita catat. Pada sisi ini kita harus membatsi diri hanya mencatat hal-hal yang disampaikan.

–          Pada sisi kanan, perasaan, reaksi, pertanyaan, kepedulian kita tentang materi yang kita catat di sisi kiri. Disisi ini kita bisa menulis apa saja yang muncul di pikiran dan perasaan kita.

Catatan pada sisi kanan akan membantu kita memuaskan konsentrasi atau mengalihakan kembali perhatian pada apa yang sedang di katakan guru atau pembicara. Nantinya akan bermanfaat untuk:

–          Memahami dan mengingatkan kita pada maksut catatan;

–          Mengingat hal-hal yang ingin kita periksa ulang;

–          Mendesak kita untuk mencari sumber atau reperensi;

–          Memilih hal-hal yang sangat penting bagi kita ketika mendengarnya.

Refrensi

Das, Irsyad & Elfi. 2004. Belajar Untuk Belajar. Bukit Tinggi Padang: Usaha Ikhlas.

Prayitno. 2004. Dasar-dasar bimbingan dan konseling. L1-L9.Fkip: UNP

http://kukuhsilautama.wordpress.com/prinsip partisipasi aktif siswa, prinsip umpan balik dan prinsip perulangan/html.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *