Layanan Penempatan Dan Penyaluran

  DISKRIPSI UMUM

Dalam menjalani kehidupan dan perkembangannya, setiap saat individu berada dalam kondisi diri tertentu dan menghadapi serta berinteraksi dengan kondisi lingkungannya. Kondisi diri meliputi berbagai potensi dan keadaan aktual yang ada pad diri, sedangkan kondisi lingkungan mengandung berbagai kemungkinan yang dapat memberikan dampak positif maupun dampak negtif, tergantung pada penyikapan, penanganan dan pemanfaatannya.

Potensi diri individu baik yang mengacu kepada panca-daya ( daya cipta, daya rasa, daya karsa, daya karya, dan daya takwa) maupun mengacu kepada kemampuan intelektual, bakat dan minat, serta kecendrungan pribadi, perlu dikembangkan secara optimal. Kondisi jasmaniah harus mendapatkan perhatian sepenuhnya agar berada dalam kondisi kebugaran yang tinggi sehingga secara sinergik mendukung pengembangan potensi individu. Pengembangan potensi dalam sinerginya dengan kondisi organise-fungsional jasmania memerlukan kondisi lingkungan yang memadai. Namun kondisi yang benar-benar sesuai kadang-kadang tercederai; kondisi mismatch atau kurang serasi atau kurang mendukung justru yang sering di jumpai.

Layanan penempatan dan penyaluran (PP) membantu individu atau klien yang mengalami mismatch yang di maksudkan itu. Individu sering mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan, sehingga tidak sedikit individu yang bakat, kemampuan minat, dan hobinya tidak mencapai perkembangan secara optimal. Mereka memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang-orang dewasa, terutama konselor, dalam menyalurkan potensi dan mengembangkan dirinya

Di sekolah banyak wadah dan kegiatan yang dapat di manfaatkan untuk pengembangan bakat, kemampuan dan minat serta hobi, misalnya kegiatan kepramukaan, palang merah remaja ( PMR ), kegiatan kesenian , olahraga dan lain-lain. Demikian juga pengembangan bakat dan minat yang lebih lanjut, sokolah menyediakan jurusan-jurusan dan program-program khusus pendidikan dan latihan.

  1. TUJUAN
  2. Tujuan umum

Tujuan umum layanan PP adalah di perolehnya tempat yang sesuai bagi individu untuk pengembangan potensi dirinya.

  1. Tujuan khusus

Tujuan khusus layanan PP dapat di kaitkan dengan fungsi-fungsi konseling yang di emban olehlayanan ini.

  1. Fungsi pemahaman, terkait dengan di pemahaminya potensi dan kondisi diri individu, serta kondisi lingkungan yang ada sekarang dan kondisi lingkungan yang di kehendaki.
  2. Fungsi pencegahan, terkait dengan dampak positif layanan yang dapat mencegah semakin parahnya masalah, hambatan dan kerugian yang dapat dialami individu atau klien apabila ia di biarkan dalam kondisi lingkungan yang sekarang ada.
  3. Fungsi pengentasan, secara langsung kerkait dengan fungsi pencegahan. Pertama-tama layanan PP hendak mengatasi masalah individu atau klien melalui usaha menempatkannya kepada kondisi lingkunngan yang lebih sesuai dengan kebutuhan klien. Serta fungsi BK lainya.
  1. KOMPONEN
  2. Konselor

Konselor sebagai pelaksana layanan PP, adalah ahli pelayanan konseling yang sangat peduli terhadap optimalisasi perkembangan individu demi kebahagiaan kehidupannya.

  1. Subjek layanan dan masalahnya

Subjek layanan PP adalah siapa saja yang memerlukan kondisi lingkungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kehidupan dan perkembangannya, baik di sekolah, di rumah, dalam organisasi, dan sebagainya.

  1. Potensi dan kondisi diri subjek layanan

1)      Potensi inteligensi, bakat, minat dan kecendrungan pribadi.

2)      Kondisi psikofisik, seperti terlalu banyak bergerak, cepat lelah, alergi terhadap kondisi lingkungan tertentu

3)      Kemampuan berkomunikasi dan kondisi hubungan sosial

4)      Kemampuan panca indra

5)      Kondisi fisik, seperti: jenis kelamin, ukuran badan, keadaan jasmaniah lainnya.

  1. Kondisi lingkungan

1)      Kondisi fisik, kelengkapan, serta tata letak dan susunannya

2)      Kondisi udara dan cahaya

3)      Kondisi hubungan sosia-emosional

4)      Kondisi dinamis suasana kerja dan cara-cara bertingkah laku

5)      Kondisi statis, seperti aturan dan pembahasan-pembahasan

  1. ASAS

Penyelenggaraan layanan PP relatif sengat terbuka dan sering kali mengikutsertakan pihak-pihak di luar konselor dan subjek layanan. Dalam hal ini, asas kesukarelaan dan keterbukaan subjek layanan (klien) sangat penting. setelah itu asas kekinian dan asas kegiatan merupakan jaminan bagi kelancaran dan seksesnya layanan PP.

Asas kerahasiaan di terapkan untuk hal-hal yang bersifat pribadi, khususnya untuk kondosi pribadi yang tidak boleh dan tidak layak di ketahui pihak lain. Asas kerahasiaan harus di jamin oleh konselor.

  1. Pendekatan dan Teknik
  2. umum

Dalam layanan PP lima hal pokok dilakukan konselor :

  1. Mengkaji potensi dan kondisi diri subyek layanan atau klien
  2. Mengkaji kondisi lingkungan, dimulai dari lingkungan yang paling dekat, mengacu kepada permasalahan subyek layanan
  3. Mengkaji kesesuaian antara potensi dan kondisi diri subyek dengan kondisi lingkungannya, serta mengidentifikasi permasalahan yang secara dinamis berkembang pada diri klien atau subyek
  4. Mengkaji kondisi dan prospek lingkungan lain atau baru yang mungkin “ditempati” subyek
  5. Menempatkan subyek ke lingkungan baru
  6. Layanan Awal

Setelah konselor mengkaji masalah subyek layanan atau klien, termasuk kelima kajian diatas, tidaklah konselor serta merta “ memindahkan” klien itu ke lingkungan baru. Pertama-tama, konselor justru mengkaji kemungkinan “ mengubah” diri klien dan atau mengubah/memperbaiki lingkungan sekitarnya. Apabila dirasa klien dan lingkungannya yang sekarang dapat berubah dan “disesuaikan” maka layanan PP tidak perlu dilakukan, namun sebaliknya apabila tidak berhasil, layanan PP agaknya perlu diselenggarakan sebagai layanan tindak lanjut.

  1. Teknik dan Bentuk Penempatan
  2. Studi Awal

untuk mengkaji potensi dan kondisi diri subyek layanan sebagaimanaa tersebut pada no. 1 diatas dapat dilakukan :

1). Studi dokumentasi terhadap hasil-hasil aplikasi instrumentasi dan himpunan data

2) observasi terhadap :

  • Kondisi jasmaniah, kemampuan berkomunikasi, dan tingkah laku keseharian subyek
  • Suasana hubungan sosio-emosional subyek dengan individu lain disekitarnya
  • Kondisi fisik lingkungan

3) Studi terhadap aturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang diberlakukan

4) studi kondisi lingkungan yang prospektif lebih kondusif bagi subyek

5) wawancara dengan pihak-pihak terkait

  1. Bentuk Penempatan

bentuk-bentuk penempatan subyek dalam rangka layanan PP sangat tergantung pada masalah klien dan hasil pengkajian yang telah dilakukan Konselor. Beberapa bentuk diantaranya adalah :

1)      Penempatan duduk siswa dalam kelas

2)      Penempatan siswa dalam kelompok belajar

3)      Penempatan siswa dalam kelompok kegiatan bakat dan minat khusus atau ekstrakurikuler

4)      Penempatan subyek pada posisi tertentu dalam organisasi kesiswaan atau organisasi lainnya

5)      Pemindahan subyek ke lembaga pendidikan yang lebih sesuai

6)      Pemindahan atau penggantian mata pelajaran, mata kuliah, atau bidang studi atau jurusan sesuai dengan pilihannya

7)      Pemindahan anak asrama ke ruangan ataau kamar lain

8)      Pemindahan tempat tinggal (pondokan)

9)      Penempatan dan penyaluran ke jurusan/program studi

10)  Penempatan dan penyaluran ke dalam pendidikan lanjutan

11)  Penempatan dan penyaluran ke dalam jabatan/pekerjaan

  1. Rencana Bersama

Rencana penempatan subyek ke lingkungan yang baru harus sepengetahuan dan mendapat persetujuan dari subyek layanan. Akan lebih baik apabila perencanaannya dilakukan bersama antara konselor dan subyek. Rencana bersama itu dilakukan baik untuk layanan terhadap seorang subyek atau klien tertentu maupun terhadap sejumlah subyek ( misalnya sekelompok atau sekelas siswa)

Rencana bersama yang telah disusun itu dilaksanankan dengan partisipasi penuh subyek yang bersangkutan. Disinilah asas kegiatan, yang didassarkan atas kesukarelaan dan keterbukaan, sangat dipentingkan.

  1. strategi “politik”

Strategi politik dilakukan konselor dengan cara menghubungi berbagai pihak terkait dalam rangka dukungan ataupun fasilitas bagi pengembangan lingkungan yang lebih menguntungkan subyek layanan. Konselor memilih dengan cermat pihak-pihak mana yang perlu dihubungi, serta menentukan dukungan ata fasilitas ap yang dihaarapkan dari pihak-pihak yang dimaksud.

Dalam strategi politik asas kerahasiaan diterapkan. Sementara itu partisipasi subyek dapat diikutsertakan sepanjang tidak merugikan subyek itu sendiri dan memberikan dampak positif yang lebih besar.

  1. Waktu dan Tempat

Layanan PP diselenggarakan melalui serangkaian cara tertentu, tidak dibentuk satuan-satuan paket pertemuan, atau kegiatan yang disajikan atau dilaksanakan dalam sesi-sesi tertentu, melainkan dalam bentuk rangkaian upaya yang bersifat terbuka dan luwes. Untuk itu waktu dan tempat yang digunakan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan dalam layanan, khususnya berkenaan dengan bentuk-bentuk penempatan yang ditempuh.

  1. Penilaian

Layanan PP diselenggarakan secara bertahap, artinya tidak selesai dalam satu kali pelaksanaan; atau tidak mengenal sesi-sesi pelaksanaan yang berdiri sendiri-sendiri. Dengan demikian penilaian segera ( laiseg) yang biasanya dilaksanakan pada setiap sesi layanan konseling, tidak dilaksanakan. Penilaian hasil layanan PP dilakukan setelah beberapa waktu subyek layanan berada di lingkungan yang baru ( atau lingkungan yang diperbaharui):

  1. Penilaian jangka pendek (laijapen), setelah satu minggu sampai satu bulan
  2. Penilaian jangka panjang (laijapang) setelah lebih dari satu bulan

Penilaian hasil layanan lebih difokuskan kepada kenyamanan subyek atau klien berada pada lingkungan yang baru, dampak sosio-emosional, serta dampak-dampak lainnya. Aspek-aspek UCA ( understanding, comfort dan action) yang menyertai penempatan subyek yang bersangkutan perlu ditekankan sebagai fokus penilaian. Lebih jauh ditinjau pula sampai berapa jauh potensi-potensi subyek lebih tersalurkan dengan layanan penempatan yang ia jalani.

  1. Keterkaitan

Diatas telah disinggung bahwa layanan PP dapat merupakan tindak lanjut dari layanan  informasi, orientasi, penguasaan konten dan mediasi dapat ditindak lanjuti dengan layanan PP. Sementara itu, isi layanan PP dapat diintegrasikan kedalam berbagai layanan tersebut.

  1. Kegiatan Pendukung
  2. Aplikasi Instrumentasi

Data Hasil aplikasi instrumentasi dan/atau data yang terdapat didalam himpunan data di gunakan untuk :

  1. Menetapkan subjek sasaran layanan
  2. Memperkaya bahan kajian terhadap potensi dan kondisi diri subjek beserta lingkungannya.
  3.  Konferensi Kasus

Permasalahan yang dialami oleh seorang atau lebih subjek sasaran layanan dapat dibawa ke dalam konferensi kasus dengan menghadirkan pihak-pihak terkait. Dalam konferensi kasus itu digali berbagai data yang relevan dan digalang partisipasi konstruktif para peserta dalam penanganan permasalahan subjek layanan. Dalam konferensi kasus asas kerahasiaan di laksanakan secara proporsional ketat.

  1. Kunjungan rumah

Kunjungan rumah diperlukan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap tentang subjek layanan, khusus data yang terkait dengan keluarga. Kunjungan rumah ini lebih di perlukan bagi subjek layanan yang dilayani secara perorangan, sedangkan untuk subjek-subjek non-perorangan keluarga mereka dapat dihadirkan ( secara perwakilan ) dalam konferensi kasus.

  1. Ahli Tangan Kasus

Ahli tangan kasus di mungkinkan atas dasar hasil penilaian dampak layanan. Apabila ada dampak yang tidak menjadi kewenangan konselor menanggapinya, maka permasalahan baru atau lanjutan tersebut dapat diahlikan kepada ahli yang berkewenangan.

Semacam “ ahli tangan “ dapat di lakukan dalam rangka kajian ( awal) terhadap potensi dan kondisi diri serta kondisi lingkungan. Kegiatan ini sebenarnya lebih bermakna kerjasama dari pada slih tangan kasus.

  1. OPERASIONALISASI LAYANAN

Layanan PP perlu di selenggarakan secara terencana dan tertib mengikuti prosedur dan langkah-langkah sistematik-strategis. Langkah pengkajian kondisi merupakan dasar bagi arah penempatan yang di maksud.

  1. Perencanaan
  2. Indentifikasi kondisi yang menunjukkan adanya permasalahan pada diri subjek tertentu.
  3. Menetapkan subjek sasaran layanan
  4. Menyiapkan prosedur dan langkah-langkah, serta perangkat dan fasilitas layanan.
  5. Menyiapkan kelengkapan administrasi.
  6. Peleksanaan
  7. Melakukan pengkajian terhadap berbagai kondisi yang terkait dengan permasalahan subjek layanan, sesuai dengan prosedur dan langkah-langkah yang telah di tetapkan.
  8. Melaksanakan penempatan
  9. Evaluasi
  10. Menetapkan meteri evaluasi
  11. Menetapkan prosedur evaluasi
  12. Menyusun intrumen evaluasi
  13. Mengaplikasikan instrumen evaluasi
  14. Mengolah hasil aplikasi instrumentasi
  15. Analasis Hasil Evaluasi
  16. Menetapkan norma/standar evaluasi
  17. Melakukan analisis
  18. Menafsirkan hasil analisis
  19. Tindak Lanjut
  20. Mengidentifikasi masalah yang perlu di tindak lanjuti
  21. Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut
  22. Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada subjek layanan dan ( jika perlu ) kepada pihak-pihak terkait
  23. Melakukan rencana tindak lanjut
  24. Laporan
  25. Menyusun laporan pelaksanaan layanan PP
  26. Menyampaikan laporan kepada pihak terkait
  27. Mendokumentasikan laporan

Refferensi :

Prayitno, Prof, dkk, Seri Layanan Konseling L3 : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Padang.2004

Prayitno, Prof, dkk, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling : Rineka Cipta. Jakarta. 2004

http://cybercounselingstain.bigforumpro.com/LayananPenempatan&Penyaluran–f25/ -t113.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *